Artikel

Bagaimana cara menyampaikan informasi COVID-19 kepada lansia dengan demensia?


Penulis        : Virginia Geraldine Hanny Prasetya, S.Psi

Editor         : dr. Tara Puspitarini Sani, MSc (Dementia)

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lansia adalah individu yang paling berisiko apabila terpapar virus COVID-19. Lansia, terutama yang sudah memiliki penyakit bawaan seperti diabetes atau darah tinggi, cenderung mengalami gejala yang lebih parah dari penyakit ini. Selain itu, karena orang yang telah terinfeksi belum tentu menunjukkan gejala tetapi dapat menularkan ke orang lain, langkah-langkah pencegahan perlu dipahami dan dilakukan semua orang tanpa terkecuali, termasuk orang dengan demensia.

Lansia dengan demensia juga dapat dikatakan memiliki risiko untuk terpapar yang lebih besar. Demensia menyebabkan gangguan dalam proses berpikir di otak seseorang. Hal ini dapat menimbulkan gangguan daya ingat, kemampuan memahami percakapan, logika, bahkan emosi dan perilaku seseorang. Adanya penurunan fungsi kognitif dapat mempersulit ia memahami alasan di balik berbagai tindakan pencegahan, seperti mengapa tidak boleh keluar rumah, mengapa harus memakai masker, dan sebagainya. Oleh karena itu, pendekatan dan cara berkomunikasi dengan orang dengan demensia perlu sedikit penyesuaian. Bila Anda memiliki anggota keluarga yang mengalami demensia, berikut ini kami berikan beberapa tips dalam menyampaikan informasi terkait COVID-19:

  1. Gunakan bahasa yang mudah dipahami

Berikanlah penjelasan menyeluruh menggunakan bahasa yang mudah dipahamimengenai adanya wabah COVID-19, penyakit menyerupai flu yang mudah mengenai lansia dan dapat menyebabkan gejala yang parah. Jelaskan cara mencegah COVID-19, seperti mencuci tangan, mengenakan masker, menghindari menyentuh wajah, dan menjaga jarak fisik dengan orang lain. Gunakan kalimat pendek dan sederhana, dan sampaikan informasi satu per satu. Anda dapat berhenti sesekali dan memastikan apakah ia memahami informasinya sejauh ini.

  1. Berikan contoh

Untuk membantu lansia dengan demensia memahami cara mencuci tangan, berikan contoh secara langsung. Anda juga dapat mengajaknya mencuci tangan bersama-sama sehingga ia dapat mengikuti gerakan cuci tangan Anda. Selain memberikan informasi dengan kata-kata dan contoh, pastikan Anda juga menerapkannya dalam keseharian.

  1. Gunakan gambar atau tulisan untuk mengingatkan

Untuk membantu lansia mengingat, Anda dapat menempelkan tulisan dan gambar petunjuk di berbagai tempat di rumah untuk mengingatkan mereka mencuci tangan atau tidak menyentuh wajah.

  1. Jadikan aktivitas pencegahan menyenangkan

Jangan menakut-nakuti lansia untuk melakukan tindakan pencegahan. Buatlah lansia merasa tindakan-tindakan pencegahan ini adalah hal yang menyenangkan. Misalnya, pilihkan sabun cuci tangan dengan wangi kesukaan beliau, sehingga mencuci tangan menjadi aktivitas yang menyenangkan. Bekali beliau dengan lotion dengan wangi kesukaan yang dapat digunakan setiap selesai cuci tangan..  Bila sulit untuk beliau mencapai tempat mencuci tangan, gunakan hand-sanitiser.Selain itu, menggunakan masker “ pemberian sang Cucu” juga akan lebih menyenangkan bagi lansia.

Manfaatkan kreativitas untuk mengisi waktu di kala harus berdiam di rumah. Lihat artikel kami tentang ide aktivitas bersama lansia di rumah.[1] 

  1. Berikan dukungan emosional

Situasi saat ini memang tidak mudah bagi semua orang, termasuk orang dengan demensia. Berikan dukungan kepadanya untuk mengatasi rasa khawatir dan cemas. Sampaikan bahwa perasaan takut, khawatir, atau cemas yang mereka alami wajar, dan sampaikan bahwa Anda ada untuk membantunya. Sampaikan bahwa ia cukup terlindungi dengan usaha-usaha pencegahan yang ia dan Anda sekeluarga lakukan.

Referensi:

  1. Alzheimer’s Association. (n.d.) Coronavirus (COVID-19): Tips for Dementia Caregivers. Retrieved from https://www.alz.org/help-support/caregiving/coronavirus-(covid-19)-tips-for-dementia-care
  2. Alzheimer’s Disease International. (2020). ADI offers advice and support during COVID-19. Retrieved from https://www.alz.co.uk/news/adi-offers-advice-and-support-during-covid-19
  3. Turana, Y. (2020). Help the Elderly: Socially Connected when Social Distancing. Presentation, Indonesia. 

Tentang penulis:

Virginia Geraldine Hanny Prasetya lulus dengan gelar Sarjana Psikologi dari Unika Atma Jaya. Ia saat ini menjadi asisten penelitian dan fasilitator untuk program terapi stimulasi kognitif berkelompok pada lansia yang dilakukan oleh Atma Jaya.