Artikel

Ide Kegiatan Bersama Kakek/Nenek di Rumah Selama Social Distancing


Tinggal serumah dengan kakek/nenek/ayah/ibu yang sudah memasuki usia lanjut? Mengingat hebohnya pandemik yang sedang terjadi saat ini, wajar saja kalau setiap hari mereka ngomel karena stress baca pesan-pesan terkait COVID-19 di grup-grup Whatsappnya, menonton berita dan tidak bisa keluar rumah.

Yuk ajak lupakan sejenak grup-grup itu dan lakukan kegiatan lain! Tapi sebelumnya, jangan lupa baca artikel Tips mencegah penularan COVID-19 bila serumah dengan lansia dulu ya! 

Berikut ini beberapa ide kegiatan bersama lansia di rumah selama social distancing:

  • Mengobrol

Kegiatan ini adalah hal yang sangat mendasar, namun seringkali dilupakan oleh kita semua. Penuhnya jadwal sekolah, kuliah maupun bekerja terkadang membuat kita merasa terlalu sibuk, sehingga secara tidak langsung membuat kita tidak memiliki waktu untuk mengobrol. 

  • Memasak 

Coba membuat menu yang belum pernah dicoba, atau minta salah satu anggota keluarga mengajarkan resep andalannya. Buat yang tidak tinggal serumah, bisa lho sambil video-call konsultasi resep ke Ibu/Nenek.

  • Menyortir barang-barang di rumah 

Pilah barang menjadi empat kelompok: 1) masih dipakai, 2) mau diberikan ke teman/keluarga, 3) mau disumbangkan, 4) mau dibuang. Siapa tahu dengan menyortir barang, kita bisa menemukan barang-barang yang mengingatkan kita dengan memori menyenangkan yang terjadi di masa lampau.

  • Belajar bahasa asing

Ajak orangtua/kakek/nenek kita belajar bahasa asing menggunakan aplikasi seperti Duolingo. Ceritakan bahwa belajar bahasa ternyata mengurangi risiko pikun. Ajak diskusi dengan bertukar fakta-fakta menarik tentang negara yang sedang dipelajari bahasanya.

  • Belajar bahasa daerah

Atau kalau kita tidak bisa/kurang fasih bahasa daerah yang digunakan keluarga besar, kesempatan ini bisa digunakan untuk minta ortu/kakek/nenek mengajari kita bahasa daerah tersebut. Sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui. Bahasa daerah terlestarikan, kita jadi bisa belanja dalam bahasa daerah, dan ortu/kakek/nenek bisa menstimulasi otak dengan kegiatan mengajar.

  • Belajar keterampilan khusus

Nenek jago merajut? Atau kakek seorang pelukis? Kalau ada keterampilan yang mereka miliki dan kita belum bisa, mintalah mereka mengajari. Selain membuka wawasan baru, apabila mereka mengajari hal yang mereka sukai, hal tersebut juga dapat membuat mereka semakin bersemangat.

  • Menonton film-film menarik

Di era digital ini, pilihan film yang dapat ditonton di rumah menjadi tak terbatas dan mudah diakses secara online. Ajak orangtua/kakek/nenek kalian nobarfilm-film yang menarik untuk mereka di masa-masa social distancingini, seperti film dengan latar belakang masa-masa lampau sehingga mereka juga bisa bernostalgia. 

Menonton film sebetulnya bukan merupakan kegiatan yang di anjurkan dalam hal rangsangan kognitif untuk lansia karena bersifat sangat pasif. Oleh karena itu, ajaklah orangtua/kakek/nenek untuk berdiskusi setelah film selesai. Tanyakan adegan atau karakter mana yang paling berkesan untuk mereka, atau misalkan film ini akan dibuat di Indonesia, kira-kira siapa ya paling pas memerankan beberapa karakter di film? 

Kalau kalian tidak tinggal serumah dengan mereka, no problem! Tanpa bertemu langsung pun,  kegiatan-kegiatan di atas bisa dilakukan bersama melalui video call.

Kamu juga bisa ajak ortu/kakek/nenek mengambil foto kegiatan #socialdistancing mereka di rumah, dan mengirimkannya ke grup-grup Whatsapp teman-temannya. Semua orang akan berterima kasih dengan konten positif setelah seharian mendengar hoax dan berita negatif! 😁

Kamu punya ide lain untuk kegiatan bagi lansia selama #socialdistancing? Yuk, bagikan idemu ke Alzheimer Indonesia!


Kontributor:
dr. Tara P. Sani, MSc
dr. Saskia Mariska, MPH
Virginia Geraldine Hanny Prasetya, S. Psi