Artikel

Social distancing bagi lansia di wabah COVID-19?


Social distancing  adalah suatu istilah untuk menggambarkan upaya-upaya menjaga jarak antar manusia untuk mencegah penularan virus ini.

Hal ini meliputi:

  • Mengurangi bepergian ke luar rumah
  • Menghindari bepergian ke tempat ramai bila tidak ada keperluan mendesak
  • Melakukan kegiatan belajar/sekolah/bekerja/ibadah di rumah. Gunakan teknologi seperti video call dan sebagainya untuk mendukung hal ini.

Bila memang harus bertemu orang/keluar rumah:

  • Pastikan diri Anda sedang fit. Bila tidak fit dan terpaksa keluar rumah, gunakanlah masker untuk mencegah penularan ke orang lain
  • Jagalah jarak minimal 2 meter dengan orang lain. Ini adalah jarak aman untuk tidak terkena virus dari batuk/bersin orang lain
  • Bila harus bertemu orang lain/berkumpul, pilihlah tempat terbuka atau ruangan yang sirkulasinya baik (membuka jendela

Hal ini sangat disarankan, meskipun Anda bukan seorang lansia! Mengapa demikian?

Ketika Anda bertemu orang yang terinfeksi virus ini, Anda berisiko untuk tertular. Bila orang yang terinfeksi dalam keadaan sehat, mungkin saja ia hanya mengalami gejala ringan (batuk/meriang ringan, masih kuat untuk beraktivitas).

Namun kemudian saat pulang ke rumah dan bertemu anggota keluarga yang sudah lansia, sangat mungkin mereka tertular dan mengalami gejala-gejala yang lebih berat dan komplikasi yang lebih berat lagi. Hal ini disebabkan karena individu berusia 60 tahun ke atas, terutama mereka yang sudah menginjak usia 80, merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap penularan virus ini.

Social distancing bagi lansia

Lansia adalah kelompok yang lebih rentan terinfeksi COVID-19, yang artinya lebih penting lagi bagi lansia untuk melakukan social distancing

Dalam upaya-upaya social distancing, jumlah kegiatan keluar rumah dan orang yang berkunjung ke rumah harus sangat dibatasi. Di era modern ini, para dewasa muda tentunya lebih akrab dengan teknologi sehingga dapat memanfaatkan teknologi untuk berkegiatan di rumah tanpa perlu bepergian. 

Namun, kelompok lansia yang mungkin tidak sefasih itu menggunakan teknologi dapat merasakan dampak yang lebih ekstrim, mulai dari munculnya rasa kesepian, kecemasan, maupun depresi. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan social distancing bagi lansia agar tidak menimbulkan rasa kesepian pada lansia. 

Pendamping lansia dan anggota keluarga yang lebih muda dapat memanfaatkan moda telekomunikasi modern seperti video call untuk membantu lansia mempertahankan komunikasi dengan dunia luar; teman lansia lainnya, ataupun kerabat/keluarga yang biasanya datang berkunjung ke rumah. 

Aplikasi komunikasi dan media sosial seperti Whatsapp, LINE, Skype, Facebook, dan lain-lain sangat berguna untuk membantu lansia tetap terhubung dengan keluarga dan teman yang tidak tinggal serumah. Namun, perlu diperhatikan juga bahwa banyaknya berita ataupun hoax yang dikirimkan orang-orang dalam berbagai grup dapat membuat lansia yang sedang melakukan social distancing semakin stres dan cemas. Bagaimana agar kita dapat membantu lansia untuk mengambil manfaat sebanyak-banyaknya dari teknologi tanpa mengalami kecemasan ini?

Gunakan aplikasi komunikasi dan media sosial terutama untuk memperkuat interaksi personal yang bermakna selama masa social distancing. Perhatikan juga jadwal dan lamanya penggunaan gawai untuk hal ini. Nenek akan lebih mendapatkan manfaat dari video call setengah jam setiap pagi dan malam dengan cucunya yang biasanya berkunjung ke rumah, dibandingkan dengan sepanjang hari membaca pembicaraan di grup berisi 30 orang yang bertukar berita dan pesan yang memancing kecemasan.  Ajak keluarga dan kerabat lain berkirim pesan ke Nenek secara personal dan menanyakan kabar dan kegiatannya hari itu, tanpa harus selalu membahas wabah virus corona.

Kegiatan rutin yang terjadwal juga penting untuk mencegah rasa cemas dan tak punya kontrol terhadap situasi. Bagi lansia yang biasanya memiliki kegiatan sosial di luar rumah, tentunya akan bingung ketika harus berdiam di rumah. Rencanakan jadwal kegiatan harian keluarga yang tinggal serumah selama melakukan social distancing, dari pagi hingga malam. Interaksi sosial sangat mungkin dilakukan sembari tetap menjaga jarak fisik. Selera humor dan kreativitas akan sangat membantu dalam menemukan cara beraktivitas bersama.

Pada masa social distancing penting untuk diperhatikan agar para lansia tetap beraktivitas fisik, meskipun harus disesuaikan dengan keadaan. Jika terbiasa berolahraga bersama kelompok lansia lainnya, dapat diganti dengan berjalan kaki di sekitar rumah dengan ditemani satu orang dari rumah, tidak dilakukan beramai-ramai dan membatasi interaksi/berbincang dengan orang lain. 

Kontributor:
dr. Tara P. Sani, MSc
dr. Saskia Mariska, MPH
Virginia Geraldine Hanny Prasetya, S. Ps