Artikel

Seberapa rentan lansia terhadap COVID-19?


COVID-19 adalah penyakit gangguan saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini mulai menyebar di antara manusia sejak Desember 2019, dimulai di Wuhan, Provinsi Hubei, China. Kebanyakan orang yang mengalami COVID-19 hanya mengalami gejala ringan. Namun, sekitar 1 dari 6 orang dapat mengalami gejala yang parah, seperti disertai pneumonia (radang paru), yang menimbulkan sesak napas. Hal ini biasanya timbul secara bertahap. 

Melihat perkembangan di seluruh dunia saat ini, lebih dari 50% kasus yang terkonfirmasi positif infeksi COVID-19 telah dinyatakan membaik, dan angka kesembuhan terus meningkat. Walaupun angka kematian penyakit ini terbilang rendah (sekitar 3%), namun penyakit ini lebih berbahaya bagi orang yang berusia lanjut dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti diabetes, tekanan darah tinggi dan penyakit jantung). Mereka biasanya lebih rentan mengalami sakit yang parah. 

Bagi lansia, infeksi virus ini dapat menimbulkan gejala-gejala yang lebih parah dibandingkan orang dewasa muda atau anak-anak. Meskipun sebagian besar orang yang terinfeksi hanya mengalami gejala ringan, pada lansia penyakit ini bisa berujung kematian. 

Kematian paling banyak terjadi pada penderita COVID-19 yang berusia 80 tahun ke atas, dengan persentase mencapai 14,8%.

Hal ini karena sistem pertahanan tubuh maupun sistem organ tubuh lansia sudah tak sebaik ketika muda. Selain itu, adanya penyakit yang sering diderita lansia seperti diabetes atau penyakit jantung, dapat memperlambat kesembuhan atau meningkatkan risiko komplikasi dari penyakit ini.

Oleh karena itu, penting bagi lansia serta orang yang tinggal serumah dengan lansia untuk lebih giat mencegah penularannya.

Bagaimana Cara Pencegahannya?

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan lansia dan keluarganya untuk melindungi diri dari penularan virus yang sedang mewabah ini, antara lain:

  • Mencuci tangan selama 20 detik dengan sabun. Cuci tangan dilakukan setiap sebelum menyentuh wajah, menggunakan/melepas masker, sehabis menyentuh orang lain atau permukaan benda yang juga telah dipegang orang lain. Selain itu, tentu saja tetap mencuci tangan sebelum menyiapkan makanan atau makan, serta setelah buang air, sehabis dari luar rumah, atau kapanpun Anda merasa tangan Anda tidak bersih.
  • Bila tidak ada tempat cuci tangan, Anda bisa menggunakan hand sanitiser, yang mengandung alkohol minimal 60%
  • Hindari menyentuh wajah bila belum cuci tangan. Mata, hidung, mulut adalah pintu masuk virus ke dalam tubuh
  • Tutup hidung & mulut ketika batuk/bersin dengan tisu. Bila tidak ada tisu, batuk/bersinlah ke bagian dalam siku. Jangan menggunakan telapak tangan/tangan untuk menutup hidung/mulut Anda. Buang tisu ke tempat sampah, lalu cuci tangan atau gunakan hand sanitiser segera.
  • Hindari bersalaman. Anda dapat mengatupkan tangan di depan dada sebagai penggantinya.
  • Pastikan asupan gizi Anda cukup dan seimbang. Perbanyak mengonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran yang kaya akan vitamin dan antioksidan yang penting untuk memperkuat daya tahan tubuh
  • Teruskan mengonsumsi obat-obatan rutin untuk penyakit yang sudah ada sebelumnya seperti biasa
  • Melakukan social distancing untuk mengurangi kemungkinan tertular maupun menularkan

Kontributor:
dr. Tara P. Sani, MSc
dr. Saskia Mariska, MPH
Virginia Geraldine Hanny Prasetya, S. Psi