Artikel

Tips komunikasi dengan ODD


1. Jangan mendebat✖, setuju saja✔

2. Jangan gunakan logika✖, ganti saja topiknya✔

3. Jangan mencela✖, alihkan saja perhatiannya✔

4. Jangan berceramah✖, yakinkan saja✔

5. Jangan katakan “Ingat, ya!✖”, ajak saja bernostalgia✔

6. Jangan katakan “Saya sudah bilang”✖, ulangi saja perkataannya✔

7. Jangan katakan “Tidak bisa”✖, kerjakan saja apa yang bisa✔

8. Jangan main perintah✖, berikan saja contohnya✔

9. Jangan rendahkan✖, malah mendorongnya ✔

10. Jangan paksakan✖, memperkuat saja✔

Pada umumnya kita tidak mengetahui bagaimana berkomunikasi dengan ODD – tetapi kita bisa mempelajarinya. Kita bisa berkomunikasi dengan cara tertentu yang akan membuat stress pekerjaan caregiver berkurang, sekaligus meningkatkan kualitas hubungan dengan orang yang anda cintai. Skill Komunikasi yang baik akan memperbaiki kemampuan anda menangani kelakuan yang sulit dari ODD yang kerap anda temui.

1. Pasang mood positif sebelum berinteraksi

Sikap dan bahasa tubuh mencerminkan perasaan dan pikiran anda – itu lebih kuat dari kata2. Pasang mood positif dengan cara berbicara kepada ODD dengan nada yang ramah dan respek. Gunakan ekspresi, nada suara dan sentuhan fisik untuk membantu menyampaikan pesan sambil memperlihatkan rasa kasih sayang.

2. Dapatkan perhatian dari ODD

Batasi gangguan dan suara gaduh – matikan radio dan TV, tutup gorden, tutup pintu, atau pindah duduk ke ruangan yang lebih tenang. Sebelum bicara, anda harus mendapatkan perhatian dia dulu, sebut namanya, sebutkan nama anda dan hubungannya dengan ODD, gunakan keterangan non verbal seperti sentuhan agar dia tetap fokus. Kalau ODD sedang duduk, maka kita harus duduk untuk menjaga eye contact.

3. Sampaikan pesan anda dengan jelas

Gunakan kata2 sederhana. Bicara perlahan, jelas dan dengan nada meyakinkan. Jangan menaikkan suara Anda lebih tinggi atau lebih keras; sebaliknya, pakailah suara yang lebih rendah. Jika dia tidak mengerti pertama kalinya, menggunakan kata-kata yang sama untuk mengulang pesan Anda atau pertanyaan. Jika dia masih tidak mengerti, tunggu beberapa menit dan ulang kata-kata pertanyaan. Gunakan nama-nama orang dan tempat-tempat bukan kata ganti atau singkatan.

4. Tanyakan pertanyaan yang sederhana yang mampu dijawabnya

Mengajukan satu pertanyaan pada satu waktu yang jawabannya ya atau tidak – adalah yang terbaik. Jangan memberikan pertanyaan terbuka atau memberikan terlalu banyak pilihan. Misalnya, bertanya, “Apakah Anda ingin mengenakan kemeja putih atau kemeja biru Anda?” Lebih baik lagi, menunjukkan langsung kemeja biru dan putih, lalu dia suruh pilih.

5. Mendengar dengan telinga, mata dan hati

Sabar menunggu jawaban dia. Jika dia sedang berjuang untuk menjawab, tidak apa-apa untuk menyarankan kata-kata. Perhatikan isyarat nonverbal dan bahasa tubuh, dan menanggapi sewajarnya. Selalu berusaha untuk mendengarkan makna dan perasaan yang mendasari kata-kata ODD.

6. Membagi kegiatan dalam serangkaian langkah-langkah

Hal ini membuat tugas jauh lebih mudah dikelola. Anda dapat mendorong ODD untuk melakukan apa yang dia bisa, dengan lembut mengingatkan dia langkah yang dia lupa, dan membantu dia menyelesaikan tugas tersebut karena sudah tidak bisa dilakukannya sendiri. Menggunakan isyarat visual, seperti menunjukkan dia dengan tangan Anda di mana untuk menempatkan piring makan, bisa sangat membantu.

7. Ketika keadaan menjadi sulit, alihkan perhatian dan arahkan

Ketika ODD jadi marah, cobalah mengubah subjek atau lingkungan. Misalnya, meminta bantuan atau menyarankan pergi berjalan-jalan. Adalah penting anda terhubung dengan perasaannya, sebelum mengarahkan sekali lagi. Anda mungkin berkata, “Saya melihat Anda merasa sedih-maaf kamu marah. Mari kita pergi mencari makanan.

8. Menanggapi dengan kasih sayang dan keyakinan

ODD sering merasa bingung, cemas dan tidak yakin akan diri sendiri. Selanjutnya, mereka sering bingung dan mungkin ingat hal-hal yang tidak pernah terjadi. Jangan mencoba mengatakan mereka salah. Tetap fokus pada perasaan mereka dan menanggapi dengan ekspresi verbal dan kenyamanan fisik, serta dukungan. Kadang-kadang memegang tangan, menyentuh, memeluk dan pujian menjadi jalan terakhir ketika semua cara gagal.

9. Ingatlah masa lalu yang baik

Mengingat masa lalu adalah aktivitas yang menenangkan dan menyenangkan. Banyak ODD mungkin tidak ingat apa yang terjadi 45 menit yang lalu, tetapi mereka dapat dengan jelas mengingat kehidupan mereka 45 tahun sebelumnya. Oleh karena itu, hindari mengajukan pertanyaan yang mengandalkan memori jangka pendek, seperti meminta dia menyebutkan makan siang dengan apa. Sebaliknya, cobalah mengajukan pertanyaan umum tentang masa lalu ODD, karena informasi itu lebih cenderung bertahan.

10. Menjaga rasa humor

Gunakan humor bila memungkinkan, meskipun tidak dengan mengorbankan orang. Orang dengan demensia cenderung mempertahankan keterampilan sosial mereka dan biasanya senang tertawa bersama dengan Anda.