Artikel

Bermusik Untuk Kesehatan Jiwa


Penulis                 : Kezia Putri, MMT, MTA, MT-BC

Editor                  : dr. Tara P. Sani, MSc & Liana Carolin

Social distancing dan karantina yang dilakukan sebagian besar penduduk dunia karena wabah COVID 19 yang semakin menyebar, dapat memberi dampak bagi kesehatan jiwa. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga kesehatan mental adalah dengan bermusik. Dalam artikel ini, akan dibahas apa itu “Bermusik Untuk Kesehatan Jiwa”, serta bagaimana musik berpotensi membantu kita menjaga kesehatan jiwa.

Apa itu “Bermusik Untuk Kesehatan Jiwa”?

Christopher Small (1998) dalam bukunya, Musicking: The Meanings of Performing and Listening mendefinisikan kata “bermusik” (“Musicking” dalam Bahasa Inggris) sebagai, “sebuah keterlibatan, dalam segala kapasitas, di sebuah pelaksanaan kegiatan musikal, baik itu sebagai penampil, pendengar, dengan berlatih, menyediakan materi untuk penampilan tersebut, atau menari.” Sehingga “bermusik untuk kesehatan jiwa” (Musicking for wellness) adalah keterlibatan diri dalam kegiatan musikal dalam bentuk kegiatan aktif atau reseptif dengan tujuan untuk mendukung kesehatan jiwa. 

Berdasarkan penelitian-penelitian yang telah dilakukan oleh beberapa peneliti internasional, bermusik dapat memberikan dampak positif seperti, meningkatkan motivasi dan keterlibatan secara kreatif, membantu dalam perubahan mood/suasana hati, meningkatkan kemampuan berkonsentrasi, dan berkomunikasi. Bermusik bila dilakukan dalam kelompok juga dapat meningkatkan keterlibatan sosial, dan kekompakan. 

Walaupun bentuk kegiatannya serupa, “bermusik” untuk kesehatan jiwa tidak sama dengan konsep “Terapi Musik”. Dalam terapi musik, sesi selayaknya dipandu oleh seorang terapis musik yang telah terlatih melalui pendidikan formal terapi musik di universitas. Sehingga dalam terapi musik, terdapat 3 elemen yaitu, terapis musik sebagai penyedia intervensi dan penampung, musik dan kegiatan musik sebagai media intervensi, serta klien sebagai penerima intervensi. 

Bermusik untuk kesehatan jiwa dapat dilakukan oleh mereka yang musisi maupun non-musisi. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menjaga kesehatan jiwa, dan bukan tujuan yang mengarah kepada pertunjukan musik profesional, sehingga yang utama adalah menikmati kegiatannya. Kegiatan ini juga bisa dilakukan secara mandiri, sehingga cocok menjadi salah satu alternatif kegiatan selama periode social distancing ini.

Lihat artikel kami tentang Bermusik untuk Para Lansia dan Caregivers[1] untuk beberapa ide dan tips kegiatan bermusik yang dapat dilakukan.

Tentang penulis: Kezia Putri adalah seorang terapis musik yang saat ini bertugas sebagai dosen koordinator peminatan Terapi Musik di Conservatory of Music, Universitas Pelita Harapan