Artikel

Apa yang menyebabkan demensia?


Penyakit Alzheimer

Penyakit Alzheimer adalah bentuk demensia yang paling umum, berjumlah kira-kira dua-pertiga dari semua kasus. Penyakit ini menyebabkan penurunan kemampuan kognitif secara berangsur-angsur, sering bermula dengan kehilangan daya ingat. Penyakit Alzheimer ditandai oleh dua abnormalitas di otak – plak amyloid (amyloid plaques) dan ‘neurofibrillary tangles’ (belitan-belitan neurofibriler). Plak itu adalah kumpulan protein yang abnormal yang disebut beta amyloid. Belitan-belitan itu adalah kumpulan serat yang berbelit-belit yang terdiri dari protein yang disebut tau. Plak dan serat yang berbelit-belit itu menghambat komunikasi antara sel-sel syaraf dan menyebabkan sel-sel itu mati.

Demensia Vaskuler (Vascular dementia)

Demensia vaskuler (vascular dementia) adalah kerusakan daya kognitif (daya mengenali) yang disebabkan oleh kerusakan pembuluh darah di otak. Ini dapat disebabkan oleh satu stroke (serangan otak), atau oleh beberapa serangan otak yang terjadi selama beberapa waktu. Demensia vaskuler merupakan diagnosa jika ada bukti adanya penyakit pembuluh darah di otak dan fungsi kognitif yang terganggu yang mempersukar hidup sehari-hari. Gejala-gejala demensia vaskuler dapat bermula tiba-tiba setelah suatu serangan otak, atau mulai perlahan-lahan selagi penyakit pembuluh darah itu bertambah parah. Gejala-gejalanya berbeda-beda tergantung pada lokasi dan ukuran kerusakan otak itu. Ini mungkin mengenai satu saja atau beberapa fungsi kognitif yang khusus. Demensia vaskuler mungkin tampak sama dengan penyakit Alzheimer, dan campuran antara penyakit Alzheimer dan demensia vaskuler cukup umum terdapat.

Penyakit Lewy body (Lewy body disease)

Penyakit Lewy body (Lewy body disease) ditandai oleh adanya Lewy body di dalam otak. Lewy body adalah gumpalan-gumpalan protein alpha-synuclein yang abnormal yang berkembang di dalam sel-sel syaraf. Abnormalitas ini terdapat di tempat-tempat tertentu di otak, yang menyebabkan perubahan-perubahan dalam bergerak, berpikir dan berkelakuan. Orang yang menderita penyakit Lewy body dapat merasakan sangat naik-turunnya perhatian dan pemikiran. Mereka dapat berlaku hampir normal dan kemudian menjadi sangat kebingungan dalam waktu yang pendek saja. Halusinasi visual (melihat hal-hal yang tidak ada) juga merupakan gejala yang umum. Ada tiga penyakit yang hampir bersamaan yang dapat digolongkan ke dalam penyakit Lewy body:
• Demensia dengan Lewy body (dementia with Lewy bodies)
• Penyakit Parkinson (Parkinson’s disease)
• Demensia dengan penyakit Parkinson (Parkinson’s disease dementia) Ketika gejala-gejala pada pergerakan timbul lebih dulu, diagnosanya sering penyakit Parkinson. Ketika penyakit Parkinson berlanjut kebanyakan orang mendapat demensia. Penyakit Lewy body kadang-kadang terjadi bersamaan dengan penyakit Alzheimer dan/atau demensia vaskuler.

Demensia Frontotemporal (Frontotemporal dementia)

Demensia frontotemporal (Frontotemporal dementia) menyangkut kerusakan yang berangsur-angsur pada bagian depan (frontal) dan/atau temporal dari lobus (cuping) otak. Gejala-gejalanya sering muncul ketika orang berusia 50-an, 60-an dan kadang-kadang lebih awal dari itu. Ada dua penampakan utama dari demensia frontotemporal – frontal (menyangkut gejala-gejala dalam kelakuan dan perubahan kepribadian) dan temporal (menyangkut gangguan pada kemampuan berbahasa). Tetapi, dua hal itu sering bertumpang tindih. Karena bagian lobus frontal (cuping depan) dari otak menguasai kemampuan menilai dan tingkah laku, orang yang mendapat demensia frontotemporal sering sukar berkelakuan secara yang dapat diterima masyarakat. Mereka bisa kurang sopan, mengabaikan pekerjaan sehari-hari, tidak dapat mengendalikan keinginan atau mengulang-ulang, agresif, tidak dapat mengendalikan diri atau bertindak secara ceroboh.

Ada dua macam bentuk utama dari demensia frontotemporal yang menyangkut bagian temporal atau kemampuan berbahasa. Demensia semantik (semantic dementia) menyangkut kehilangan secara berangsur-angsur kemampuan mengerti kata-kata, sukar mencari kata-kata dan mengingat nama orang, dan kesukaran mengerti orang berbicara. Yang disebut ‘progressive non-fluent aphasia’ (makin lama makin tidak dapat berbicara lancar) kurang umum dan mempengaruhi kemampuan berbicara secara lancar. Demensia frontotemporal kadang-kadang disebut juga ‘frontotemporal lobar’ (demensia lobus frontotemporal) atau ‘Pick’s disease’ (penyakit Pick)



Berita Terbaru